Ada dua alasan mengapa penting untuk bersuara saat bercinta. Pertama, Anda membantu pasangan memuaskan Anda karena pasangan jadi tahu gerakan yang Anda nikmati dan gerakan yang kurang kadar kenikmatannya. Kedua, rintihan dan erangan Anda membuat pasangan menjadi lebih bergairah.

kata Ava Cadell, Ph.D, seksolog di Los Angeles yang juga pendiri LoveologyUniversity.com “Sayangnya, tidak ada yang mengajarkan kita cara berbicara erotis. Kita tidak tahu kata-kata erotis yang semestinya diucapkan.

Sudah bukan rahasia bila wanita lebih menyukai cerita erotis yang melibatkan unsur emosional. Sementara pria lebih suka hal-hal visual dan menyukai aksi tembak langsung. “Secara umum, pria memang lebih to the point, sementara wanita suka bermain kata-kata. Bahkan yang keluar dari mulut kadang berbeda dari maksud sesungguhnya,” tambah Jeremy.

Akibat perbedaan ini, wanita dan pria sering salah paham. Saat Anda bilang I love you, misalnya, pasangan menangkapnya sebagai undangan untuk boleh meraba-raba payudara Anda. Sebaliknya, Anda pun bisa kecewa dan merasa diperlakukan bak pelacur saat pasangan mengucapkan hal yang menurut Anda kasar di tengah acara bercinta.

“Whoa, he’s having sex, while I’m making love,” batin Anda. Padahal, bisa jadi pasangan hanya meniru adegan yang ditontonnya di video porno.

Meski tidak bisa disamaratakan bahwa semua pria berasal dari Mars, tapi, yah, para psikolog sepakat bahwa pria memang memiliki bahasa berbeda dengan wanita.

Solusi:

Terlalu malu untuk bersuara saat bercinta? “Ambil napas, bayangkan diri Anda sebagai sosok yang 10 kali lebih berani dari sekarang,” saran Ava.

Lalu bernapaslah dengan berat (perdengarkan hembusan napas Anda), dan lontarkan kata yang paling aman, seperti nama pasangan atau erangan ‘ah’, ‘oh’, dan ‘yes’. Saat Anda melihat pasangan menyukainya, Anda pasti mulai makin percaya diri untuk terus bersuara.

Bagaimana jika pasangan justru pendiam dan Anda menginginkan dirinya yang bersuara? Mudah saja. Ciumi lehernya, lalu berbisik perlahan di telinganya, tanyakan hal nakal yang ingin dilakukannya pada Anda. Minta pasangan menyebutkan secara detil.

Sebaliknya, jika pasangan terlalu berisik, katakan padanya bahwa dirty talk bukan hal yang Anda nikmati. Anda akan lebih suka jika pasangan mendesah dan mengerang saat menikmati gerakan tertentu.

“Beri respon positif saat pasangan melakukan yang Anda minta. Hal itu merupakan trik pembiasaan klasik. Anda menawarinya alternatif perilaku, kemudian memberinya ganjaran, sehingga pasangan terpacu mengulanginya lagi dan lagi,” ujar Jeremy.

Advertisements